Rabu, 24 September 2025

Shalat Gerhana Matahari dan bulan

 1.Shalat Gerhana Matahari

Ketika terjadi gerhana matahari, kita disunahkan shalat gerhana matahari dua raka'at. Cara shalat gerhana ini sangat berbeda dengan shalat sunah lainya. Yakni dalam shalat ini ada dua ruku' dan dua i'tidal, jadi saat i'tidal membaca surat al-Fatihah lagi dan surat setelahnya, lalu ruku' kemudian i'tidal lagi setelah itu sujud. Hal seperti ini dilakukan juga pada raka'at kedua. 

Waktu shalat gerhana mulai terjadi gerhana sampai habisnya gerhana (matahari dan rembulan kembali seperti semula). 

Setelah shalat gerhana disunahkan untuk melakukan khutbah apabila shalat gerhana ini 

dilakukan dengan berjamaah, namun dalam khutbah ini tidak membaca takbir dan istighfar. Niat Shalat Gerhana Matahari 


أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى  

Ushallî sunnatal kusûfi syamsi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Aku niat shalat gerhana matahari dua raka'at, (berma'mum/menjadi imam) karena Allah ta'ala 


2. Shalat Gerhana Rembulan 

Ketika terjadi gerhana rembulan, kita disunahkan shalat gerhana rembulan dua raka'at, Cara shalat gerhana ini sangat berbeda dengan shalat sunah lainya. Yakni dalam shalat ini ada dua ruku' dan i'tidal, jadi saat i'tidal membaca surat alFatihah lagi dan surat setelahnya, lalu rukw kemudian i'tidal lagi setelah itu sujud. Hal seperti ini dilakukan juga pada raka'at kedua. 

Waktu shalat gerhana mulai terjadi gerhana sampai habisnya gerhana (matahari dan rembulan kembali seperti semula). Setelah shalat gerhana disunahkan untuk melakukan khutbah apabila shalat gerhana ini dilakukan dengan berjamaah,namun dalam khutbah ini tidak membaca takbir dan istighfar.

Niat shalat gerhana rembulan


أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ الْقَمًرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûfil qomari rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ


Aku niat shalat gerhana rembulan dua raka'at ,(berma'mum/menjadi imam) karena Allah ta'ala.


Untuk panduan bilalnya silahkan kunjungi panduan lengkap menjadi bilal shalat gerhana


Rabu, 17 September 2025

Profil Syekh Nawawi al-Bantani

 1. Identitas dan Latar Belakang



  • Nama Lengkap: Abu ‘Abd al-Mu‘thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Jawi al-Bantani

  • Lahir: 1813 M (1230 H) di Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, Jawa Barat.

  • Wafat: 1897 M (1314 H) di Makkah al-Mukarramah.

  • Julukan:

    • Imam Nawawi ats-Tsani (Imam Nawawi kedua)

    • Sayyid ‘Ulama’ al-Hijaz (Pemimpin Ulama di Hijaz)

    • Al-Imam al-Kabir

  • Beliau merupakan ulama Nusantara yang berperan penting dalam dunia Islam internasional, khususnya di Mekkah, dan menjadi guru bagi banyak ulama besar Indonesia.

2. Pendidikan

  • Awalnya belajar agama dari orang tuanya sendiri (KH. Umar bin ‘Arabi), seorang penghulu di Tanara.

  • Melanjutkan belajar kepada ulama-ulama lokal Banten.

  • Usia 15 tahun berangkat ke Mekkah untuk menimba ilmu.

  • Berguru kepada banyak ulama besar, di antaranya:

    • Syekh Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Syafi’iyah di Mekkah)

    • Syekh Ahmad Khatib Sambas (pendiri tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah)

    • Syekh Muhammad Khatib al-Minangkabawi

  • Beliau menguasai berbagai disiplin ilmu: fikih, tafsir, hadis, tasawuf, nahwu-sharaf, dan balaghah.

3. Peran dan Pengaruh

  • Menjadi ulama besar di Masjidil Haram, Mekkah.

  • Menjadi guru dari banyak ulama Nusantara seperti:

    • KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU)

    • KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah)

    • Syekh Mahfudz Termas (ahli hadis Nusantara)

  • Karyanya dipakai sebagai kitab rujukan di pesantren-pesantren Indonesia sampai sekarang.

  • Pemikirannya sangat moderat, menggabungkan fikih, akidah, dan tasawuf dalam satu kesatuan.

4. Karya-Karya Syekh Nawawi al-Bantani

Beliau menulis lebih dari 100 kitab, dalam bahasa Arab klasik, yang meliputi tafsir, fikih, akidah, tasawuf, hingga gramatika Arab. Kitab-kitabnya banyak digunakan di pesantren. Beberapa karya pentingnya:

  •  Bidang Tafsir:

  1. Tafsir al-Munir li Ma‘alim at-Tanzil – Tafsir Al-Qur’an yang ringkas.

  2. Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir) – Salah satu karya tafsir terkenal dan banyak digunakan di pesantren.

  •  Bidang Fikih (Mazhab Syafi’i):

  1. Nihayatuz Zain – Kitab fikih Syafi’iyah, dipakai luas di pesantren.

  2. Kasyifatus Saja – Syarah dari kitab Safinatun Najah.

  3. Sullam at-Taufiq – Kitab fikih dan akhlak yang ringkas.

  4. Uqudul Lujjain fi Bayan Huquq az-Zaujain – Kitab tentang hak dan kewajiban suami-istri.

  5. Nashaih al-‘Ibad – Berisi nasihat dan akhlak berdasarkan hadis Nabi.

  •  Bidang Tauhid & Tasawuf:

  1. Qami’ut Thughyan – Kitab tauhid yang menjelaskan konsep keesaan Allah.

  2. Tijan ad-Darari – Tentang akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

  3. Salalim al-Fudhala – Tentang akhlak dan tasawuf.

  •  Bidang Bahasa Arab & Ilmu Alat:

  1. Mirqatu Su’ud at-Tashdiq – Syarah atas kitab Sullam at-Taufiq.

  2. Nashaih al-‘Ibad – Selain akhlak, juga sarat nilai bahasa.

5. Warisan dan Legasi

  • Pemikirannya membentuk fondasi pendidikan Islam di Nusantara.

  • Kitab-kitabnya masih diajarkan di pesantren hingga sekarang.

  • Beliau dianggap sebagai penghubung intelektual antara ulama Timur Tengah dan Nusantara.

  • Makamnya berada di Ma‘la, Makkah, dekat makam Sayyidah Khadijah RA, dan sering diziarahi.

20 Karya Utama Syekh Nawawi al-Bantani

1. Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)

  • Bidang: Tafsir Al-Qur’an

  • Isi: Penafsiran Al-Qur’an 30 juz dengan pendekatan ringkas, sederhana, tapi padat makna. Dipakai luas di pesantren.

2. Tafsir al-Munir li Ma‘alim at-Tanzil

  • Bidang: Tafsir

  • Isi: Tafsir singkat yang fokus pada makna global ayat-ayat Al-Qur’an.

3. Nihayatuz Zain fi Irsyad al-Mubtadi’in

  • Bidang: Fikih Syafi’i

  • Isi: Kitab fikih dasar untuk pemula, berisi tata cara ibadah, muamalah, dan hukum syariat secara ringkas.

4. Kasyifatus Saja ‘ala Safinatun Najah

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Syarah (penjelasan) atas Safinatun Najah karya Salim bin Sumair, banyak dipakai di pesantren tingkat dasar.

5. Sullam at-Taufiq

  • Bidang: Fikih & Akhlak

  • Isi: Menjelaskan dasar akidah, fikih, dan akhlak. Ringkas, cocok untuk santri pemula.

6. Mirqatu Su’ud at-Tashdiq

  • Bidang: Fikih & Tasawuf

  • Isi: Penjelasan (syarah) dari Sullam at-Taufiq, lebih detail dan memperdalam aspek akhlak dan tasawuf.

7. Uqudul Lujjain fi Bayan Huquq az-Zaujain

  • Bidang: Fikih Keluarga

  • Isi: Membahas hak dan kewajiban suami-istri dalam pernikahan menurut syariat Islam.

8. Nashaih al-‘Ibad

  • Bidang: Akhlak & Hadis

  • Isi: Kumpulan nasihat berdasarkan hadis-hadis Nabi, berisi tuntunan akhlak, ibadah, dan nasihat hidup.

9. Qami’ut Thughyan

  • Bidang: Tauhid

  • Isi: Menjelaskan konsep tauhid Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta bantahan terhadap paham sesat.

10. Tijan ad-Darari fi Tashhih al-‘Aqaid an-Nas

  • Bidang: Akidah

  • Isi: Meneguhkan akidah umat Islam agar tetap sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

11. Salalim al-Fudhala

  • Bidang: Tasawuf & Akhlak

  • Isi: Panduan untuk memperbaiki diri dan akhlak, serta menjauhi penyakit hati.

12. Nihayatul Murid fi al-Fiqh al-Syafi’i

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Ringkasan fikih praktis sesuai mazhab Syafi’i, mudah dipahami santri pemula.

13. Kasyif al-Ghuyum

  • Bidang: Tasawuf

  • Isi: Menjelaskan makna tasawuf, dzikir, dan kedekatan diri dengan Allah.

14. Fath al-Majid

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Uraian fikih yang lebih detail, terutama tentang ibadah mahdhah (shalat, zakat, puasa, haji).

15. Al-Futuhat al-Madaniyyah

  • Bidang: Tasawuf

  • Isi: Membahas tentang kedekatan hamba dengan Allah, dzikir, dan jalan menuju makrifat.

16. Tanqih al-Qaul al-Hatsits

  • Bidang: Hadis

  • Isi: Syarah dari kitab Lubabul Hadis karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi.

17. Nashaih al-‘Ibad fi Bayani al-Faraidh wa al-Awrad

  • Bidang: Akhlak & Ibadah

  • Isi: Nasihat untuk menjaga amalan fardhu, sunnah, dan wirid harian.

18. Al-Futuhat al-Makkiyyah (versi Nawawi)

  • Bidang: Tasawuf

  • Isi: Berbeda dari karya Ibn Arabi, kitab ini lebih ringkas, berisi hikmah tasawuf dan akhlak.

19. Fathul Majid fi Syarh al-Tauhid

  • Bidang: Tauhid

  • Isi: Syarah kitab tauhid yang menjelaskan sifat-sifat Allah dan dalilnya.

20. Tasyrih ad-Dzariyah

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Kitab syarah yang memperdalam hukum-hukum syariah, banyak dipelajari di pesantren tingkat menengah.

Kesimpulan:
Kitab-kitab Syekh Nawawi tidak hanya membahas satu bidang, tetapi mencakup tafsir, fikih, tauhid, hadis, tasawuf, dan akhlak. Karena itulah beliau dijuluki Sayyid Ulama Hijaz dan kitabnya menjadi rujukan utama di dunia pesantren Nusantara.

Jumat, 05 September 2025

PANDUAN LENGKAP MENJADI BILAL SHALAT GERHANA

1. Membaca Istighfar bersama-sama;

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْم

2. Ketika dirasa siap untuk dilaksanakan sholat gerhana, bilal mengumandangkan bacaan tanda dimulainya sholat, yakni membaca:

“اَلصَّلَاةُ جَامِعَة”

3. Pelaksanaan sholat gerhana.

4. Selesai sholat, bilal maju mengambil tongkat kemudian menghadap ke jama’ah dan dilanjutkan membaca:

  أَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيْمِ اَلَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ  الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

 ٣ X

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ زُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
رُوِيَ عَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ . أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ الشَّمْسَ وَ الْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَ لَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ فَصَلُّوْا وَ ادْعُوْا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ

أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ
أَنْصِتُوْا وَ اسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا آجَرَكُمُ الله
أَنْصِتُوْا وَ اسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن

5. Khotib maju untuk menerima tongkat kemudian berhenti dengan posisi menghadap ke arah qiblat.

6. Kemudian bilal membaca do’a:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اَللّٰهُمَّ قَوِّ الْإسْلَامَ ، وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ ، اَلْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتَ ، وَ انْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِي الدِّيْنِ ، يَارَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ ، وَ يَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ ، وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

7. Setelah itu, Khotib mengucapkan salam kepada jama’ah.

8. Kemudian Khotib duduk sejenak dan bilal membaca istighfar dengan suara yang keras (dalam keadaan duduk):

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

9. Selanjutnya khotib melaksanakan khutbah. Setelah selesai khutbah pertama, khotib duduk sebentar, lalu bilal membaca istighfar dengan suara yang keras. Bacaan istighfar itu seperti:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

10. Kemudian khotib berdiri untuk meneruskan khutbah kedua sampai selesai.

Keterangan: Dalam khutbah gerhana, tidak disyaratkan Muwalah, namun hanya disunnahkan saja.

Sumber :
Kitab Sullamul Futuhat, karya KH. Abdul Hannan Ma’shum, juz 20, hlm 44-47

Sholat Witir

  1. Pengertian Sholat Witir Sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya sampai sebelum Subuh de...