Wudhu atau bersuci dari hadat kecil merupakan salah satu syarat sah shalat. Dalam situasi normal (bukan rukhsah), seseorang yang melaksanakan shalat tanpa berwudhu maka shalatnya tidak sah karena tidak memenuhi syarat. Dalil yang mendasari perintah wudhu sebelum shalat adalah firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى
الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“Wahai orang-orang yang beriman,
apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan
tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai
kedua mata kaki.”
Dalil tentang penolakan shalat
tanpa bersuci juga tercantum dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim, sebagaimana berikut:
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً
بِغَيْرِ طَهُورٍ
“Allah tidak menerima shalat
tanpa bersuci,” (HR Muslim).
Berikut ini adalah tata
cara berwudhu berdasarkan wajib wudhu:
1. Niat wudhu.
2. Membasuh wajah.
3. Membasuh kedua tangan
hingga siku.
4. Mengusap sebagian
kepala.
5. Membasuh kedua kaki
hingga mata kaki.
6. Tertib.
Adapun berikut ini
merupakan rangkaian wajib wudhu beserta sunah wudhu (Bafadhal Al-Hadhrami, 2012
M/1433-1434 H: I/58-66):
1. Bersiwak. ( Sunah )
2. Basmalah. (Sunah )
3. Membasuh kedua
tangan.(Sunah)
4. Berkumur 3 kali. (Sunah)
5. Menghirup air ke
dalam hidung (istinsyaq) 3 kali. (Sunah)
6. Melafalkan niat. (Wajib)
Adapun berikut ini adalah lafal niat wudhu yang dapat dibaca sebelum membasuh wajah:
Niat 1 نَوَيْتُ رَفْعَ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytu raf‘al hadatsi lillāhi ta’ālā.
Atau Niat 2 نَوَيْتُ فَرْضَ الوُضُوْءِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytu fardhal wudhū’i lillāhi ta’ālā.
Atau Niat 3 نَوَيْتُ الوُضُوْءَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytul wudhū’a lillāhi ta’ālā.
Atau Niat 4 نَوَيْتُ الطَّهَارَةَ عَنِ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytut thahārata anil hadatsi lillāhi ta’ālā.
Atau Niat 5 نَوَيْتُ الوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَصْغَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul wudhuu-a liraf'il hadatsil ashghari lillahi ta'ala
7. Memasang niat wudhu
dalam hati berbarengan dengan membasuh wajah.
8. Membasuh wajah 3
kali. (Wajib)
9. Membasuh tangan
hingga siku sebanyak 3 kali. (Wajib)
10. Mengusap sebagian
kulit kepala dengan air 3 kali. (Wajib)
11. Menyapu seluruh
bagian kepala. (Sunah)
12. Menyapu kedua telinga 3 kali. (Sunah)
13. Membasuh kedua kaki
hingga mata kaki sebanyak 3 kali. (Wajib)
14. Menghadap kiblat.
15. Membaca doa setelah wudhu.
Adapun berikut ini
adalah lafal doa setelah wudhu
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ،
وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ
الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ
إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ
Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa
asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna.
Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa
atūbu ilayka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar