"Ya Allah, Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam (ذو الجلال و الإكرام), Engkau yang Maha mutlak pemilik kegungan dan kemuliaan. Di dalam kitab-Mu Engkau telah berfirman
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَـٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ۖ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
(Q.S. Al-Mujādilah ayat 11).
Telah Engkau turunkan petunjuk-Mu berkenaan dengan adab dalam majelis Rasulullah ﷺ, khususnya ketika suasana sangat padat dan para sahabat berebut tempat. Pada saat Rasulullah ﷺ sedang duduk dalam suatu majelis ilmu, majelis itu sangat penuh. Para sahabat yang datang belakangan tidak mdapatkan tempat karena yang datang lebih dahulu tidak mau bergeser, bahkan ada sebagian yang sengaja tidak memberi tempat bagi yang lebih berilmu atau memiliki kedudukan lebih tinggi. Oleh sebab itu, Engkau turun ayat teguran dan ajaran tentang adab dalam majelis (yakni memberi ruang, bersikap patuh, dan menghormati ilmu dan orang berilmu): “wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “berilah kelapangan di dalam majelis, lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu”. Apabila dikatakan “berdirilah kamu”, berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang- orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.
Begitulah, adab dan etika sosial dalam majelis ilmu dan pertemuan yang harus diperhatikan dan diamalkan oleh orang-orang yang beriman. Jika berada dalam majelis ilmu, hendaklah berlapang-lapang, memberi ruang kepada yang lain dengan bergeser, tidak egois, sebab Allah akan membalas kebaikan berupa kelapangan hidup, baik di dunia maupun akhirat. Di samping itu, Engkau perintahkan pula agar setiap orang yang beriman taat kepada arahan Nabi atau pemimpin. Jika diperintahkan untuk berpindah atau memberi tempat, hendaklah dilakukan dengan kerendahan hati. Sungguh, tindakan keikhlasan dan beretika dalam suatu majelis ilmu itu tidak pernah luput dari perhatian dan pengawasan-Mu.
Maka, berkat sifat Maha Welas Asih dan Maha penyayang-Mu, anugerahkanlah taufik dan hidayah-Mu kepada kami agar kami dan anak keturunan kami masuk golongan hamba-Mu yang beriman yang mengambil pelajaran dan hikmah tentang hal itu, sehingga senantiasa terpanggil untuk mengikuti dan melaksanakan petunjuk-Mu dengan cara beradab dan beretika ketika belajar atau menghadiri majelis ilmu, serta taat kpd arahan orang yang telah Engkau beri ilmu dan kedudukan lebih tinggi, sebagaimana yang tersirat dalam firman-Mu itu. Aamiin. 🤲
Tidak ada komentar:
Posting Komentar