Jumat, 17 Oktober 2025

Ziarah Kubur Bagi Wanita Haidh

Sudah menjadi tradisi yang rutin bagi orang-orang muslim pada hari jum'at dan hari-hari tertentu untuk berziarah kubur,mendo'akan keluarganya yang telah meninggal dunia.Karena dengan do'a dari keluarganya yang masih hidup,dapat meringankan dosa-dosanya.

Pertanyaan :

Seorang wanita yang lagi datang bulan atau haidh,boleh apa tidak untuk berziarah kubur ?

Jawab :

Diperbolehkan,asalkan tidak menyentuh dan membaca Al-Qur'an.Bagi wanita yang haidh cukup membaca dzikir dan berdo'a saja.Jika terpaksa membaca ayat-ayat Al-Qur'an hendaknya diniati dzikir.

Referensi :

Nihayatuz zain : hal 30-36

Rabu, 24 September 2025

Shalat Gerhana Matahari dan bulan

 1.Shalat Gerhana Matahari

Ketika terjadi gerhana matahari, kita disunahkan shalat gerhana matahari dua raka'at. Cara shalat gerhana ini sangat berbeda dengan shalat sunah lainya. Yakni dalam shalat ini ada dua ruku' dan dua i'tidal, jadi saat i'tidal membaca surat al-Fatihah lagi dan surat setelahnya, lalu ruku' kemudian i'tidal lagi setelah itu sujud. Hal seperti ini dilakukan juga pada raka'at kedua. 

Waktu shalat gerhana mulai terjadi gerhana sampai habisnya gerhana (matahari dan rembulan kembali seperti semula). 

Setelah shalat gerhana disunahkan untuk melakukan khutbah apabila shalat gerhana ini 

dilakukan dengan berjamaah, namun dalam khutbah ini tidak membaca takbir dan istighfar. Niat Shalat Gerhana Matahari 


أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى  

Ushallî sunnatal kusûfi syamsi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Aku niat shalat gerhana matahari dua raka'at, (berma'mum/menjadi imam) karena Allah ta'ala 


2. Shalat Gerhana Rembulan 

Ketika terjadi gerhana rembulan, kita disunahkan shalat gerhana rembulan dua raka'at, Cara shalat gerhana ini sangat berbeda dengan shalat sunah lainya. Yakni dalam shalat ini ada dua ruku' dan i'tidal, jadi saat i'tidal membaca surat alFatihah lagi dan surat setelahnya, lalu rukw kemudian i'tidal lagi setelah itu sujud. Hal seperti ini dilakukan juga pada raka'at kedua. 

Waktu shalat gerhana mulai terjadi gerhana sampai habisnya gerhana (matahari dan rembulan kembali seperti semula). Setelah shalat gerhana disunahkan untuk melakukan khutbah apabila shalat gerhana ini dilakukan dengan berjamaah,namun dalam khutbah ini tidak membaca takbir dan istighfar.

Niat shalat gerhana rembulan


أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ الْقَمًرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûfil qomari rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ


Aku niat shalat gerhana rembulan dua raka'at ,(berma'mum/menjadi imam) karena Allah ta'ala.


Untuk panduan bilalnya silahkan kunjungi panduan lengkap menjadi bilal shalat gerhana


Rabu, 17 September 2025

Profil Syekh Nawawi al-Bantani

 1. Identitas dan Latar Belakang



  • Nama Lengkap: Abu ‘Abd al-Mu‘thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Jawi al-Bantani

  • Lahir: 1813 M (1230 H) di Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, Jawa Barat.

  • Wafat: 1897 M (1314 H) di Makkah al-Mukarramah.

  • Julukan:

    • Imam Nawawi ats-Tsani (Imam Nawawi kedua)

    • Sayyid ‘Ulama’ al-Hijaz (Pemimpin Ulama di Hijaz)

    • Al-Imam al-Kabir

  • Beliau merupakan ulama Nusantara yang berperan penting dalam dunia Islam internasional, khususnya di Mekkah, dan menjadi guru bagi banyak ulama besar Indonesia.

2. Pendidikan

  • Awalnya belajar agama dari orang tuanya sendiri (KH. Umar bin ‘Arabi), seorang penghulu di Tanara.

  • Melanjutkan belajar kepada ulama-ulama lokal Banten.

  • Usia 15 tahun berangkat ke Mekkah untuk menimba ilmu.

  • Berguru kepada banyak ulama besar, di antaranya:

    • Syekh Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Syafi’iyah di Mekkah)

    • Syekh Ahmad Khatib Sambas (pendiri tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah)

    • Syekh Muhammad Khatib al-Minangkabawi

  • Beliau menguasai berbagai disiplin ilmu: fikih, tafsir, hadis, tasawuf, nahwu-sharaf, dan balaghah.

3. Peran dan Pengaruh

  • Menjadi ulama besar di Masjidil Haram, Mekkah.

  • Menjadi guru dari banyak ulama Nusantara seperti:

    • KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU)

    • KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah)

    • Syekh Mahfudz Termas (ahli hadis Nusantara)

  • Karyanya dipakai sebagai kitab rujukan di pesantren-pesantren Indonesia sampai sekarang.

  • Pemikirannya sangat moderat, menggabungkan fikih, akidah, dan tasawuf dalam satu kesatuan.

4. Karya-Karya Syekh Nawawi al-Bantani

Beliau menulis lebih dari 100 kitab, dalam bahasa Arab klasik, yang meliputi tafsir, fikih, akidah, tasawuf, hingga gramatika Arab. Kitab-kitabnya banyak digunakan di pesantren. Beberapa karya pentingnya:

  •  Bidang Tafsir:

  1. Tafsir al-Munir li Ma‘alim at-Tanzil – Tafsir Al-Qur’an yang ringkas.

  2. Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir) – Salah satu karya tafsir terkenal dan banyak digunakan di pesantren.

  •  Bidang Fikih (Mazhab Syafi’i):

  1. Nihayatuz Zain – Kitab fikih Syafi’iyah, dipakai luas di pesantren.

  2. Kasyifatus Saja – Syarah dari kitab Safinatun Najah.

  3. Sullam at-Taufiq – Kitab fikih dan akhlak yang ringkas.

  4. Uqudul Lujjain fi Bayan Huquq az-Zaujain – Kitab tentang hak dan kewajiban suami-istri.

  5. Nashaih al-‘Ibad – Berisi nasihat dan akhlak berdasarkan hadis Nabi.

  •  Bidang Tauhid & Tasawuf:

  1. Qami’ut Thughyan – Kitab tauhid yang menjelaskan konsep keesaan Allah.

  2. Tijan ad-Darari – Tentang akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

  3. Salalim al-Fudhala – Tentang akhlak dan tasawuf.

  •  Bidang Bahasa Arab & Ilmu Alat:

  1. Mirqatu Su’ud at-Tashdiq – Syarah atas kitab Sullam at-Taufiq.

  2. Nashaih al-‘Ibad – Selain akhlak, juga sarat nilai bahasa.

5. Warisan dan Legasi

  • Pemikirannya membentuk fondasi pendidikan Islam di Nusantara.

  • Kitab-kitabnya masih diajarkan di pesantren hingga sekarang.

  • Beliau dianggap sebagai penghubung intelektual antara ulama Timur Tengah dan Nusantara.

  • Makamnya berada di Ma‘la, Makkah, dekat makam Sayyidah Khadijah RA, dan sering diziarahi.

20 Karya Utama Syekh Nawawi al-Bantani

1. Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)

  • Bidang: Tafsir Al-Qur’an

  • Isi: Penafsiran Al-Qur’an 30 juz dengan pendekatan ringkas, sederhana, tapi padat makna. Dipakai luas di pesantren.

2. Tafsir al-Munir li Ma‘alim at-Tanzil

  • Bidang: Tafsir

  • Isi: Tafsir singkat yang fokus pada makna global ayat-ayat Al-Qur’an.

3. Nihayatuz Zain fi Irsyad al-Mubtadi’in

  • Bidang: Fikih Syafi’i

  • Isi: Kitab fikih dasar untuk pemula, berisi tata cara ibadah, muamalah, dan hukum syariat secara ringkas.

4. Kasyifatus Saja ‘ala Safinatun Najah

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Syarah (penjelasan) atas Safinatun Najah karya Salim bin Sumair, banyak dipakai di pesantren tingkat dasar.

5. Sullam at-Taufiq

  • Bidang: Fikih & Akhlak

  • Isi: Menjelaskan dasar akidah, fikih, dan akhlak. Ringkas, cocok untuk santri pemula.

6. Mirqatu Su’ud at-Tashdiq

  • Bidang: Fikih & Tasawuf

  • Isi: Penjelasan (syarah) dari Sullam at-Taufiq, lebih detail dan memperdalam aspek akhlak dan tasawuf.

7. Uqudul Lujjain fi Bayan Huquq az-Zaujain

  • Bidang: Fikih Keluarga

  • Isi: Membahas hak dan kewajiban suami-istri dalam pernikahan menurut syariat Islam.

8. Nashaih al-‘Ibad

  • Bidang: Akhlak & Hadis

  • Isi: Kumpulan nasihat berdasarkan hadis-hadis Nabi, berisi tuntunan akhlak, ibadah, dan nasihat hidup.

9. Qami’ut Thughyan

  • Bidang: Tauhid

  • Isi: Menjelaskan konsep tauhid Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta bantahan terhadap paham sesat.

10. Tijan ad-Darari fi Tashhih al-‘Aqaid an-Nas

  • Bidang: Akidah

  • Isi: Meneguhkan akidah umat Islam agar tetap sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

11. Salalim al-Fudhala

  • Bidang: Tasawuf & Akhlak

  • Isi: Panduan untuk memperbaiki diri dan akhlak, serta menjauhi penyakit hati.

12. Nihayatul Murid fi al-Fiqh al-Syafi’i

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Ringkasan fikih praktis sesuai mazhab Syafi’i, mudah dipahami santri pemula.

13. Kasyif al-Ghuyum

  • Bidang: Tasawuf

  • Isi: Menjelaskan makna tasawuf, dzikir, dan kedekatan diri dengan Allah.

14. Fath al-Majid

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Uraian fikih yang lebih detail, terutama tentang ibadah mahdhah (shalat, zakat, puasa, haji).

15. Al-Futuhat al-Madaniyyah

  • Bidang: Tasawuf

  • Isi: Membahas tentang kedekatan hamba dengan Allah, dzikir, dan jalan menuju makrifat.

16. Tanqih al-Qaul al-Hatsits

  • Bidang: Hadis

  • Isi: Syarah dari kitab Lubabul Hadis karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi.

17. Nashaih al-‘Ibad fi Bayani al-Faraidh wa al-Awrad

  • Bidang: Akhlak & Ibadah

  • Isi: Nasihat untuk menjaga amalan fardhu, sunnah, dan wirid harian.

18. Al-Futuhat al-Makkiyyah (versi Nawawi)

  • Bidang: Tasawuf

  • Isi: Berbeda dari karya Ibn Arabi, kitab ini lebih ringkas, berisi hikmah tasawuf dan akhlak.

19. Fathul Majid fi Syarh al-Tauhid

  • Bidang: Tauhid

  • Isi: Syarah kitab tauhid yang menjelaskan sifat-sifat Allah dan dalilnya.

20. Tasyrih ad-Dzariyah

  • Bidang: Fikih

  • Isi: Kitab syarah yang memperdalam hukum-hukum syariah, banyak dipelajari di pesantren tingkat menengah.

Kesimpulan:
Kitab-kitab Syekh Nawawi tidak hanya membahas satu bidang, tetapi mencakup tafsir, fikih, tauhid, hadis, tasawuf, dan akhlak. Karena itulah beliau dijuluki Sayyid Ulama Hijaz dan kitabnya menjadi rujukan utama di dunia pesantren Nusantara.

Jumat, 05 September 2025

PANDUAN LENGKAP MENJADI BILAL SHALAT GERHANA

1. Membaca Istighfar bersama-sama;

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْم

2. Ketika dirasa siap untuk dilaksanakan sholat gerhana, bilal mengumandangkan bacaan tanda dimulainya sholat, yakni membaca:

“اَلصَّلَاةُ جَامِعَة”

3. Pelaksanaan sholat gerhana.

4. Selesai sholat, bilal maju mengambil tongkat kemudian menghadap ke jama’ah dan dilanjutkan membaca:

  أَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيْمِ اَلَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ  الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

 ٣ X

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ زُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ
رُوِيَ عَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ . أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ الشَّمْسَ وَ الْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَ لَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ فَصَلُّوْا وَ ادْعُوْا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ

أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ
أَنْصِتُوْا وَ اسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا آجَرَكُمُ الله
أَنْصِتُوْا وَ اسْمَعُوْا وَ أَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن

5. Khotib maju untuk menerima tongkat kemudian berhenti dengan posisi menghadap ke arah qiblat.

6. Kemudian bilal membaca do’a:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اَللّٰهُمَّ قَوِّ الْإسْلَامَ ، وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ ، اَلْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتَ ، وَ انْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِي الدِّيْنِ ، يَارَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ ، وَ يَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ ، وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

7. Setelah itu, Khotib mengucapkan salam kepada jama’ah.

8. Kemudian Khotib duduk sejenak dan bilal membaca istighfar dengan suara yang keras (dalam keadaan duduk):

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

9. Selanjutnya khotib melaksanakan khutbah. Setelah selesai khutbah pertama, khotib duduk sebentar, lalu bilal membaca istighfar dengan suara yang keras. Bacaan istighfar itu seperti:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ×٣
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

10. Kemudian khotib berdiri untuk meneruskan khutbah kedua sampai selesai.

Keterangan: Dalam khutbah gerhana, tidak disyaratkan Muwalah, namun hanya disunnahkan saja.

Sumber :
Kitab Sullamul Futuhat, karya KH. Abdul Hannan Ma’shum, juz 20, hlm 44-47

Sabtu, 16 Agustus 2025

Amalan Rabu Wekasan

  Rabu wekasan adalah istilah yang disematkan oleh orang Jawa bagi hari Rabu terakhir yang terdapat pada bulan kedua dalam penanggalan Hijriyah,yakni bulan Shofar.

Pada hari tersebut,dianggap sebagai datangnya bala' (musibah) . Dikutip dari kitab Kanzun Najah wa Surur ,sebagai ulama'tasawuf tingkat makrifat menuturkan bahwa sebanyak 320.000 bala' akan diturunkan ke bumi. Maka dari itu ,mereka melakukan amaliah khusus sebagai bentuk ikhtiar agar terhindar dari bala' tersebut.

Maka dari itu Rabu Wekasan  merupakan bentuk kolaborasi antara tradisi dan keagamaan yang sejarahnya tak hanya singkat.Dibalik Rabo Wekasan,yang perlu kita yakini adalah : segala sesuatu yang terjadi ataupun tidak terjadi sudah digariskan oleh Allah SWT.Maka,segala upaya kita hanyalah sebentuk ikhtiar untuk lebih mendekat kepada Penguasa Semesta.

Berikut beberapa amaliah yang bisa diamalkan.

1. Sholat Sunnah Empat Rakaat

Melakukan Shalat sunnah 4 Rakaat dengan satu kali salam,setelah membaca surat Al-Fatihah disetiap Rakaatnya membaca :

    * Surat Al-Kautsar  (17 x )

    * Surat Al-Ikhlas ( 5 x )

    * Surat Al-Falaq ( 1 x )

    * Surat An-Nas ( 1 x )

Niat Shalat Sunnah 4 Rakaat 

اُصَلِّيْ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ لله تَعَالَى

Ushalli arba'a raka'aatin lillahi ta'aala

Saya niat shalat empat rakaat karena Allah Ta'ala

Shalat ini harus diniati shalat sunnah mutlak /shalat menolak bahaya.Tidak boleh diniati shalat rabu wekasan/shalat bulan shafar ,karena belum ditemukan dalil shorih yang mengkhususkan pelaksanaan shalat tersebut.

Setelah Shalat membaca  Do'a :

1. Jika sendirian do'anya :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالَ، يَاعزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيع عَلَّقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيع خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجملُ، يَا مُتفضِلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لاَ إلهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اَللّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيْهِ، وَجَدِّهِ، وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ، وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

2. Jika bersama-sama do'anya :

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ القوى، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالَ، يَا عَزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنَا مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجَمِّلُ، يَا مُتَفَضِلُ، يَا مُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لا إِلهَ إِلَّا أَنتَ ارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنَا شَرَّ هَذَا اليوم.  وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بالله العلي العظيم، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


2.Membaca Surat Yasin 

Saat membaca surat Yasin,ketika sampai pada ayat ke 58 ( سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ ),lafal ayat tersebut diulang sebanyak 313 kali,kemudian dilanjutkan hingga akhir surat.

Kemudian membaca Do'a Munjiat :

  اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât “

Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.”

Jumat, 15 Agustus 2025

Zakat FItrah

Zakat fitrah adalah zakat badan yang wajib dilakukan oleh setiap orang muslim yang mampu, karena menjumpai bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Dan zakat fitrah diwajibkan khusus bagi umat Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam semenjak tahun 2 Hijriyah. 

Syarat Wajib Zakat Fitrah

Syarat wajib Zakat fitrah ada tiga :

  1. Beragama Islam. Bagi orang kafir tidak diwajibkan membayar zakat fitrah sedangkan orang murtad wajib membayar zakat fitrah ,walau pembayarannya ditngguhkan sampai dia masuk islam.
  2. Menjumpai akhir bulan ramadhan dan akhir bulan syawal.Bagi orang yang meninggal sebelum matahari terbenam paa akhir bulan ramadhan tidak wajib membayar zakat fitrah,begitu pula tidak wajib membayr zakat fitrah bagi anak yang lahir setelah terbenamnya matahari (sudah masuk satu syawal).
  3. Memiliki harta atau uang yang melebihi kebutuha selama sehari pada hari raya idul fitri,baik untuk dirinya sendiri atau untuk keluarganya.
Kadar Zakat 

Kadar zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah satu sho'.Mengenai ukuran satu sho' para ulam berbeda pendapat 
  1. Menurut Imam Syafi'i,fuqoha,Ulama' hijaz dan imam Syaibani,satu sho' adalah 2175 gram = 2,175 Kg.
  2. Dalam kitab Fthul Qodir ,Satu sho' adalah 2719 gram = 2,719 Kg.
  3. Menurut sekelompok ulama',satu sho' adalah 2,75 Kg. 

Selasa, 15 Juli 2025

Do'a Harian 8

"Ya Allah, Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam (ذو الجلال و الإكرام), Engkau yang Maha mutlak pemilik kegungan dan kemuliaan. Di dalam kitab-Mu Engkau telah berfirman


يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَـٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ۖ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


(Q.S. Al-Mujādilah ayat 11).

Telah Engkau turunkan petunjuk-Mu berkenaan dengan adab dalam majelis Rasulullah ﷺ, khususnya ketika suasana sangat padat dan para sahabat berebut tempat. Pada saat Rasulullah ﷺ sedang duduk dalam suatu majelis ilmu, majelis itu sangat penuh. Para sahabat yang datang belakangan tidak mdapatkan tempat karena yang datang lebih dahulu tidak mau bergeser, bahkan ada sebagian yang sengaja tidak memberi tempat bagi yang lebih berilmu atau memiliki kedudukan lebih tinggi. Oleh sebab itu, Engkau turun ayat teguran dan ajaran tentang adab dalam majelis (yakni memberi ruang, bersikap patuh, dan menghormati ilmu dan orang berilmu): “wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “berilah kelapangan di dalam majelis, lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu”. Apabila dikatakan “berdirilah kamu”, berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang- orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Begitulah, adab dan etika sosial dalam majelis ilmu dan pertemuan yang harus diperhatikan dan diamalkan oleh orang-orang yang beriman. Jika berada dalam majelis ilmu, hendaklah berlapang-lapang, memberi ruang kepada yang lain dengan bergeser, tidak egois, sebab Allah akan membalas kebaikan berupa kelapangan hidup, baik di dunia maupun akhirat. Di samping itu, Engkau perintahkan pula agar setiap orang yang beriman taat kepada arahan Nabi atau pemimpin. Jika diperintahkan untuk berpindah atau memberi tempat, hendaklah dilakukan dengan kerendahan hati. Sungguh, tindakan keikhlasan dan beretika dalam suatu majelis ilmu itu tidak pernah luput dari perhatian dan pengawasan-Mu.

Maka, berkat sifat Maha Welas Asih dan Maha penyayang-Mu, anugerahkanlah taufik dan hidayah-Mu kepada kami agar kami dan anak keturunan kami masuk golongan hamba-Mu yang beriman yang mengambil pelajaran dan hikmah tentang hal itu, sehingga senantiasa terpanggil untuk mengikuti dan melaksanakan petunjuk-Mu dengan cara beradab dan beretika ketika belajar atau menghadiri majelis ilmu, serta taat kpd arahan orang yang telah Engkau beri ilmu dan kedudukan lebih tinggi, sebagaimana yang tersirat dalam firman-Mu itu. Aamiin. 🤲

Kamis, 03 Juli 2025

Do'a setelah wudhu

Berwudhu adalah salah satu amalan wajib untuk mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah Shalat. Tanpa wudhu, shalat yang dilakukan tidak akan sah karena tidak memenuhi syarat sah dalam shalat.


Adapun perintah untuk melaksanakan wudhu sebelum shalat ini terdapat dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 6:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا

 بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ 

Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki."

Membaca do’a setelah berwudhu sangatlah dianjurkan,agar perkara yang kita lakukan sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Adapun bacaan doa setelah wudhu yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ

 التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Bacaan Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu warasuuluh. Allaahummaj'alnii mina-t-tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin.

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.

Selasa, 24 Juni 2025

Do'a Awal Tahun dan Akhir Tahun Serta Istoghotsah

Doa akhir tahun terlebih dahulu dibaca dan kemudian disusul dengan doa awal tahun. Kedua doa tersebut dapat dibaca secara bersama-sama atau berjamaah, dan bisa dipula dibaca sendirian.

Doa Akhir Tahun 

Berikut ini doa akhir tahun yang hendaknya dibaca sebanyak 3 kali setelah sholat ashar.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

  اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ 

 بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ

 فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ

 تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ  

يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.  

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Sebelum membaca doa awal tahun, sebaiknya membaca ayat kursi sebanyak 360 kali, dengan diiringi basmalah di setiap permulaannya.

Kemudian membaca doa berikut sebanyak tiga ratus kali:

اللّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ الأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَال، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

Doa Awal Tahun 

Sedangkan berikut ini adalah doa awal tahun yang dibaca dengan harapan Allah menganugerahkan rahmat, lindungan, kesehatan, keharmonisan, keselamatan, kelapangan rezeki, jodoh, karir, wafat husnul khatimah, dan berbagai kebaikan lainnya.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ، وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرْحًا وَسُرُوْرًا ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

      اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ

 جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ

 بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ  

 وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ


Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.   

Artinya: "Tuhanku, Kau Yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

Cara Membacanya 

Doa awal tahun ini dibaca sebanyak 3 kali dalam rangka menyambut tahun baru. Dengan doa ini, kita berharap anugerah dan kemurahan Allah untuk kita pada tahun baru ke depan. Demikian juga hendaknya mengisi pergantian tahun dengan amalan terbaik. Dari mulai memperbanyak bacaan shalawat, istighfar, membaca Al-Qur'an, sedekah dan ibadah lain.






Rabu, 18 Juni 2025

Hukum Terkena Cat Pada Anggota Wudhu

Seringkali saat kita mengecat rumah,pagar rumah maupun perabot rumah tangga atau yang lainnya,secara tidak sengaja mengenai anggota wudhu kita,dan kebetulan cat tersebut cat yang sulit hilangnya jika tidak dibersihkan dengan tiner ataupun bensin.

Pertanyaannya : 

Bagaimana hukum wudhunya seseorang yang anggota wudhunya terkena cat tersebut ? dan dia tahu bila anggota wudhunya terkena cat setelah selesai,Apakah harus mengulangi wudhundn sholatnya ?

Jawab : 

Wudhu dan Shalatnya tidak sah dan wajib mengulanginya lagi, karena saat berwudhu ada anggota wudhu yang tidak terkena basuhan air wudhu disebabkan terhalang oleh cat.sehingga jika wudhunya tidak sah otomatis shalatnya juga tidak sah.

Referensi kitab:

Asnaa al-Mutholib Juz 3 halaman 280 ,Al- Majmu' Juz 1 Halaman 387.

Rabu, 11 Juni 2025

Kyai Anti Amplop



Dalam menjaga keikhlasan hati, para kyai punya cara berbeda-beda. Meskipun "Tujuan dan niat" orang-orang yang ngasih sesuatu (Bebungah ; amplop, gula kopi, jajan..dsb), sangatlah mulia, mereka memberikan hadiah kepada orang-orang Alim, dengan tujuan mahabbah, ngalap berkah dan lain sebagainya.

Semisal Gus Lik jamsaren-Kediri, Beliau ini Type Kyai yang sangat anti amplop, kalo ada yang mau ngasih amplop beliau tegas menolak :"Gak usah ... Gak usah... Marai Bledru Iki engko", dawuh beliau.

Ketika ada orang minta air doa, kemudian ngasih amplop, Beliau menolak :"Boten usah, marai boten Mandhi niku mangke" ( Gak usah, ini nanti bisa menyebabkan air doanya gak manjur), dawuh beliau sambil tertawa terkekeh.

Ada juga yang seperti Mbah Yai Mangli Magelang setiap kali di kasih sesuatu beliau menolak dan dawuh :"Gak usah, Aku wes sugih !".

Alfatihah untuk beliau. 

Selasa, 10 Juni 2025

Do'a Harian 7

Ya Allah, Ya Ahad (الاحد) Ya Shamad (الصمد), Engkau Yang Maha Esa lagi Maha dibutuhkan (tempat meminta). Di dlm kitab-Mu Engkau telah berfirman


جَعَلَ ٱللَّهُ ٱلْكَعْبَةَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ قِيَـٰمًۭا لِّلنَّاسِ وَٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَٱلْهَدْىَ وَٱلْقَلَـٰٓئِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ


(Q.S. Al-Maaidah ayat 97).


Telah Engkau jadikan Ka'bah, rumah suci itu, sebagai pusat kegiatan manusia. Demikian juga bulan haram (Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab) sebagai bulan-bulan yang dihormati, yang di dalamnya dilarang berperang, kecuali jika diserang), hewan kurban, dan kalung- kalung penandanya. Yang demikian itu mempertegas bahwa Engkau mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan sesungguhnya Engkau maha mengetahui sebab-akibat segala sesuatu.


Pada masa jahiliyah bangsa Arab sudah menghormati Ka'bah sebagai tempat suci dan bulan haram (seperti Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab) sebagai bulan-bulan yang dihormati, yang di dalamnya dilarang berperang, kecuali jika diserang. Namun, penghormatan mereka tidak dilandasi pemahaman tauhid yang benar, bahkan kadang-kadang disertai kesyirikan dan manipulasi hukum. Oleh sebab itu, Engkau tetapkan ketentuan fungsi dan penghormatan syi’ar yang benar, yang Engkau ridhai, yakni  Ka'bah (Baitullah) sebagai tempat yang menegakkan kehidupan manusia: tempat beribadah, berhaji dan umrah, berkumpul, dan simbol keamanan serta kesejahteraan. Selanjutnya, sebagi kiblat salat seluruh umat Islam, dan menjadi pusat peradaban spiritual dan ekonomi bagi bangsa Arab, bahkan dunia. Semua itu adalah bukti bahwa Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu.


Maka, berkat sifat Maha Welas Asih dan Maha Penyayang-Mu, anugerahkanlah taufik dan hidayah-Mu kepada kami agar kami dan anak keturunan kami masuk golongan. hamba-Mu yang beriman yang mengambil pelajaran dan hikmah tentang hal itu, shg senantiasa terpanggil untuk mengikuti petunjuk-Mu, bertauhid dan beribadah sesuai ketentunan-Mu (sesuai tuntunan dan contoh yg disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ), sbgmn yg Engkau maksudkan dlm firman-Mu itu. Aamiin." 🤲

Sholat Witir

  1. Pengertian Sholat Witir Sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya sampai sebelum Subuh de...